cerpen remaja "hadirnya cinta"

cerpen remaja
Cerpen remaja Hadirnya cinta

Malam itu vany tidak bisa tidur karena suara hanponenya tak kunjung berhenti, vany menutup telingannya dengan bantal guling tapi tetap saja suara itu berderingn nyaring di telingannya.
"aduuuh... siapa sih malam-malam gini nelfon? emang nggax bisa di tunda besok apa?!" gerutu vany sambil meraih hanpone yang terus berdering diatas meja.
"nomor tak di kenal? siapa ya? prasan gue nggax pernah ngasi nomor gue ke siapa pun" pikir vany saat melihar nomor di layar hapenya "ah bodo'! gue ngantuk..." lanjutnya sambil melempar hanponenya keatas kasur secara sembarang. hapenya kembali berdering, lama kelamaan vany merasa penasaran juga, dengan hati-hati vany mengangkat hanponenya.
"hallo..." terdengar suara cowok dari seberang sana.
"hallo..." balas vany "siapa nih?" tanyanya.
"ah maaf, apa bener ini ama vany?" tanyanya.
"ia. loe siapa?" tanya vany lagi.
"e gue arya sepupunya nita, emm sorry ya udah ganggu malam-malam" kata arya sopan.
"ah nggax kok santai aja... e kalau boleh tau ada perlu apa ya?" tanya vany hati-hati, takut aryanya tersinggung.
"nggax ada. cuma mau kenalan and berteman ama loe aja kalau boleh" jawab arya.
"0 boleh. nggax masalah. emang loe anak mana?"
"gue... gue anak fc simpati"
"ha?! fc simpati?
"ia. fairy citty simpang tiga"
"ha ha ha ada-ada aja..."
"hemz..."
"kalau gue pasti loe udah tau kan. tapi biar lebih jelas gue kasi tau deh. gue tinggal di ABBL"
"ABBL? di mana tuh?"
"bingungkan loe? he he he sama kayak loe, kalau gue, ABBL itu... e... Atas Langit Bawah Bumi ha ha ha"
"ih curang!!"
"lho apanya yang curang? nggax donk. lagian apaan fairy citty. village!!"
"nggax ah, di sini emang kota kok bukan kampung yeee..." balas arya nggax terima.
"0 iye lah to... apa bagus aja lah..."
"emmm boleh nanya?"
"tentang?"
"dirimu..."
"apa itu?"
"e elo udah punya pacar?"
"kalau sekarang udah"
"anak mana?"
"ini tentang gue apa pacar gue..."
"eh ia. salah ya..."
"menurut loe..."
"he he eh sorry..."
"nevermind... eh ini udah malam. sorry ya... gue ngantuk banget..." kata vany.
"e.. harusnya gue yang minta maaf karena udah nggax sopan nelpone loe malam-malam..."
"e bukan gitu, cuma tadi siang gue banyak tugas, jadi nggax sempet tidur siang, and ya..."
"sekarang ngantuk gitu?"
"he he he... ceritanya sih gitu... e udah dulu ya..."
"0h ya udah... Assalamu'alaikum...."
"Wa'alaikum salam" jawab vany dan mematikan hanponenya "fairry???..." kata vany sendiri dengan bingung "emang da kota yang namanya fairy ya? he?! rairy kan artinya bidadari, jadi maksudnya kita bidadari gitu? ada-ada aja, udah ah bodo' amet, besok aja protes ama nita, uuuuh ngantuk.... tidur lagi ahhhh...." jata vany sendiri dan langsung menutup matanya untuk tidur.
Cerpen remaja "Hadirnya cinta"
"eh maksud loe apa ngasi-ngasi nomor hape gue ke arya?" tanya vany to the piont saat di kampus.
"he?! nomor hape?"
"ia. malem tadi dia nelpone"
"0 itu... abis arya nya maksa. kemaren gue ke rumah sepupu gue, trus dia lihat foto ,loe di hape gue, kataanya mau jadi sahabat aja.
Loe... ya udah dia ngambil nomor hape loe...
“tapikan tetap aja.....”
“udahlah potong nita.. santai aja lagi... orangnya baik kok, pengertian, pinter, perhatian keren lagi pokonya komplit deh” lanjutnya.
“promosi ni ceritanya....”
“bukan gitu juga kali.. guekan cuman nyatain pendapat umum, ya cocoklah ama loe...”
“Nita..... Raihan mau ditaruh dimana.....????”
“Guekan cuman bilang cocok untuk berteman maksudnya, so Raihan ya disitu aja. Emang loe ngerepin cocok apa...?” Tanya nita sambil tersenyum.
“loe itu ya,,, pinter ngeles” kata vany sambil ngacak-ngacak rambut nita sebel
“he...heh....he....” balas nita sambil menghindar dan merapikan rambutnya kembali.
Siangnya vany dan Nita jalan ke moll untuk belanja ya biasalah namanya juga anak muda, abis dari moll yang mereka nongkrong dikafe sambil makan dan keasikan ngobrol.
“Nit gue nelpone Hendry bentar ya...?”
“ha...!? mau ngapain....?” tanya Nita.
“Nggak.. cuman mau bilang kita disini, biar dia nyusul”
“untuk apa sih...? nggak penting”
“hust loe itu ya, masak pacar sendiri digituin”
“ya habis dia nyebelin banget van, masak dia udah tiga hari nggak ada ngubungin gue...”
“ya dia lagi sibuk kali... udahlah biar gue coba ngajakin dia aja...? giman...?”
“Dari pada Hendri ngapain nggak nelpon Raihan aja”
“eh iya juga ya. Gue nelpon Raihan bentar ea” kata Vany sambil mencet-mencet hapenya.

Bersambung
Mohon dukungannya dikontes seo ban terbaik diindonesia GT Radial