Pengaruh televisi terhadap anak

pengaruh televisi terhadap anak
Televisi
Kehadiran televisi yang kini seakan sudah menjamur baik dari masyarakat dikota-kota besar hingga kedesa-desa, kehadiran televisi tentunya memberikan efek atau pengaruh bagi lapisan masyarakat, apakah itu pengaruh positif maupun pengaruh negatif. pengaruh tersebut sangat kelihatan terutama pada kanak-kanak. Pengaruh televisi terhadap anak, banyak terjadi terutama anak-anak yang masih sekolah tingkat dasar dan menengah, sebagai mana kita ketahui bersama anak-anak usia tersebut suka meniru apa-apa yang dilihat dan didengarnya, keinginan menurunya sangat besar dan tidak dapat memfilter apakah yang ditirunya itu baik atau pun tidak.
Sikap meniru ini tentunya akan membawa kesan mendalam bagi diri anak-anak dan sangat susah untuk dihilangkan, bahkan terkadang terbawa hingga mereka dewasa, Televisi juga dapat menimbulkan masalah-masalah pada kesehatan mental anak-anak. Film-film dan iklan-iklan yang banyak ditampilkan ditelevisi kebanyakan berunsur kejahatan, kekerasan, pembunuhan, seks bebas, pemerkosaan, hidup serba mewah, suap menyuap dan lain sebagainya. Film-film atau iklan-iklan yang ditonton anak-anak tampa kita sadari telah mendidik mental anak-anak, untuk bersifat egois, membalas dendam terhadap kesalahan, melakukan seks bebas dan berbagai jenis tindakan-tindakan buruk yang dihasilkan oleh apa yang dilihatnya ditelevisi. Bahkan yang lebih menyedihkan ialah didikan yang diberikan oleh guru disekolah atau orang tua dirumah sekian lama, akan kalah oleh pengaruh film-film yang dirancang untuk mereka tonton dalam waktu yang singkat.
Selain dari efek negatif yang ditimbulkan oleh televisi, berikut ini ada beberapa pengaruh televisi terhadap anak yang ditimbulkan oleh siaran televisi, diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Televisi mampu mengurangi konsentrasi dan minat belajar pada anak-anak, mereka lebih mudah hafal terhadap siaran-siaran televisi istimewa ketimbang pelajaran-pelajaran atau tugas-tugas sekolah yang dibebankan kepadanya, Walaupun mereka dipaksa untuk belajar, namun fikiran dan jiwa mereka tidak lagi pada pelajaran, ini tentunya tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal dan memuaskan.
  2. Televisi mampu merusak akhlak anak-anak karena mereka menonton acara-acara yang tidak sesuai untuk ditontonnya, kebanyak anak-anak menyukai adegan-adegan yang menyeramkan dan mengairahkan.
  3. Televisi juga mampu merenggangkan hubungan antara orang tua dan anak, hubungan mereka akan menjadi kurang harmonis karena kehadiran orang ketiga, yaitu televisi terutama bagi ibu/bapak yang sibuk bekerja sehingga waktu mereka untuk bersama anak-anak berkurang, sehingga anak-anak biasa mendapat pelajaran dari yang ditontonnya dari televisi.
  4. Kesehatan mata akan mudah terganggu, biasanya anak-anak akan menonton televisi dengan jarak yang sangat dekat, karena mereka keasyikan terhadap film-film yang ditontonya, ini tentunya sangat kurang bagus bagi kesehatan mata anak-anak yang masih rentang dan mudah terkena radiasi dari sinar yang ditimbulkan oleh televisi.
Dengan banyaknya pengaruh televisi terhadap anak tentunya kita (sebagai orang tua) harus bisa memfilter tentang apa-apa yang tonton oleh anak-anak kita supaya mereka tidak mudah untuk didik oleh televisi yang kurang bagus, kehadiran televisi bagi anak-anak diusahakan untuk bisa membantu menjadikan anak-anak kita menjadi yang lebih baik lagi dengan memfilter siaran-siaran yang bagus untuknya.